BERBAGI

Saat pertama diluncurkan beberapa tahun lalu, iPhone 6 dan 6 Plus ramai dipermasalahkan akibat perkara layar bengkok atau ‘bendgate’. Kini, iPhone 6 dan 6 Plus kembali dilaporkan mengalami persoalan layar yg tidak kalah parah.

Julia Bluff dari iFixit, penyedia layanan servis gadget terkemuka, menyatakan bila banyak lini iPhone 6 yg berumur hampir beberapa tahun terkena persoalan ‘Touch Disease’. iPhone 6 yg terkena Touch Disease, layar sentuhnya disebut tak berfungsi. Celakanya, meskipun iFixit dapat melakukan perbaikan, kebanyakan masalah mengharuskan pengguna mengganti iPhone mereka.iFixit menjelaskan bila Touch Disease terjadi akibat beberapa chip yg bertanggung jawab atas fitur touchscreen pada iPhone 6 rusak atau tak saling terhubung. Ternyata, Touch Disease disebut berhubungan dengan persoalan ‘bendgate’.Ya, bodi iPhone 6 dan iPhone 6 Plus yg lebih lemah dari seri iPhone yang lain secara tak segera membuat papan sirkuit ikut melengkung, membuat chip atau sambungan soldernya putus.Ironisnya, toko-toko resmi Apple dan tempat servis resmi Apple disebut tak mempunyai peralatan yg memadahi buat melakukan perbaikan. Sebab persoalan Touch Disease mengharuskan si teknisi membongkar iPhone, dan hal itu bukan masalah mudah.Beberapa ‘korban’ Touch Disease di Apple Lembaga juga menyayangkan sulitnya mencari klaim garansi atas persoalan ini karena melengkung atau bengkoknya iPhone dikategorikan kesalahan pengguna.Guna menyiasati persoalan ini, ada seorang pengguna yg terpaksa memasang karet gelang di iPhone 6 Plus-nya agar layar dapat tetap berfungsi. Seperti yg kelihatan di gambar berikut ini.Baca juga:
Foto ini bukti iPhone baru bernama ‘iPhone 6 SE’?
Artis Taiwan ini jadi yg pertama milik iPhone 7?
Saat magis Apple memudar, dahulu trendsetter kini hanya follower
Inikah penampakan iPhone 7 Plus dengan warna rose gold?
iPhone 7 rilis 7 September?

Baca Juga:  Dikalahkan Tontowi/Liliyana, Goh Liu Ying Kebanjiran “Follower” Di Instagram

Sumber: http://www.merdeka.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.