BERBAGI

Sosial media merupakan wadah promosi gratis yang banyak dimanfaatkan orang untuk melakukan penjualan. Facebook, Twitter, Blackberry Messangger, Instagram, dan berbagai sosial media lain bisa dijadikan sarana ampuh untuk berpromosi.

Namun, tidak semua orang berhasil menambah keuntungan dari semua akun sosial media mereka. Banyak di antaranya yang mengalami kegagalan dalam memanfaatkan sosial media.

socialmediafault

Berikut ini akan diulas tujuh kesalahan yang umum dilakukan pelaku usaha yang berpromosi di sosial media:

1. Berharap penjualan langsung didapat dari social media

Tujuan utama seseorang membuka akun sosial media bukanlah untuk berbelanja. Umumnya sosial media dipergunakan untuk berhubungan dengan keluarga, kawan, atau rekanan.

Berbelanja  adalah hal terakhir yang dipikirkan seseorang saat membuka akun sosial medianya.

Perhatikan  gambar di bawah ini:

sosialmedia

Persentase terbesar (94%) tujuan penggunaan sosial media adalah untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman.

Bahkan menurut survey 62%  koresponden beranggapan sosial media tidak berdampak sama sekali dalam keputusan mereka untuk membeli.

Itulah fakta yang harus Anda ketahui. Jadi, aktif  update/posting di sosial media tidak menjamin Anda closing.

Solusinya:

Meski orang membuka akun sosial media untuk membeli, tetapi tetap ada kemungkinan mereka akan membeli, istilahnya “impulse buyer”.

Namun jumlahnya amat sangat kecil, jadi pada intinya tujuan aktif di sosial media bukan untuk melakukan penjualan, melainkan untuk membangun reputasi Anda (brand).

Sosial media memang tidak menghasilkan keuntungan langsung berupa penjualan, namun facebook, twitter, dan teman-temannya akan membuat pelanggan Anda merasa mengenal dan dekat dengan Anda. Hal ini akan menghasilkan dampak positif bagi Anda.

2. Selalu berbicara tentang produk yang dijual

Kesalahan kedua ini yang paling sering terjadi, bukan hanya di sosial media marketing tetapi juga di strategi marketing lainnya.

Coba perhatikan grafik di bawah ini:

sosialmedia1

Dari sepuluh alasan yang disebutkan di atas, adakah alasan yang berisi: mencari informasi tentang produk dari perusahaan A? Tidak ada bukan.

Intinya pengguna sosial media tidak peduli dengan produk Anda. Mereka membuka akun social media untuk mencari kabar keluarga dan kenalan, atau mencari konten-konten unik dan menarik.

Jika setiap hari yang Anda lakukan hanya membuat post tentang produk Anda, otomatis tidak akan ada yang melirik pada konten Anda.

Solusinya:

Ikuti arus, jangan melawan.

Sediakan apa yang dicari oleh pengguna sosial media. Misalnya memposting konten yang menarik.

Buatlah mereka tertarik untuk mengikuti akun Anda, tetapi ingat harus relevan dengan produk yang Anda jual. Misalnya Anda menjual produk kosmetik, jangan memposting hal-hal berbau otomotif.

3. Beranggapan bahwa konten adalah raja

Ungkapan “Konten adalah raja” sangat sering ditemui dalam bidang-bidang marketing lain.

Karena pada dasarnya memang begitulah kenyataannya, tanpa konten yang berkualitas hasil yang bagus mustahil didapatkan. Namun, berbeda di sosial media marketing.

Kualitas konten memang masih memegang peran penting. Tetapi konteks dari konten itulah yang utama.

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa salah satu alasan pengguna sosial media aktif adalah untuk menemukan konten yang menarik, makanya Anda harus menyediakan apa yang mereka cari. Tapi yang Anda butuhkan bukan sekadar konten menarik.

Kalau hanya menarik itu sangat mudah dilakukan, tinggal mampir ke situs 9GAG atau ambil video iklan dari Youtube.

Dapat dipastikan postingan Anda akan mendapat banyak jempol, retweet, share, karena yang Anda sajikan memang menarik. Namun adakah efeknya bagi bisnis Anda?

Baca Juga:  Alasan Mengapa Penjual Gagal Menjual Produk

Jawabannya adalah TIDAK. Justru jika hal yang konten Anda tidak sesuai dengan konteks produk Anda, maka Anda hanya akan mengundang mereka yang tidak tertarik pada produk Anda.

Solusinya:

Buatlah buyer persona.

Buyer persona di sini maksudnya adalah profil/gambaran dari orang-orang yang mungkin akan tertarik dan mampu untuk membeli produk Anda.

Misalnya jika Anda memasarkan produk kosmetik, maka persona-nya adalah wanita, tetapi tidak semua wanita, incar mereka yang memang punya hobi/kewajiban untuk berdandan.

Kemudian cari tahu konten seperti apa yang bisa membuat mereka tertarik. Usahakan buat konten khusus yang menarik minat mereka, bukan sebaliknya.

4. Penggunaan sosial media yang salah

Kesalahan para sosial media marketer adalah mereka hanya membuat postingan tetapi tidak bersosialisasi dengan orang lain.

Jika Anda hanya berfokus pada membuat konten dan mempostingnya, tidak akan ada yang mendengar Anda, apalagi tertarik pada konten Anda.

Akhirnya Anda hanya akan dilupakan dan ditinggalkan, tak peduli seberapa menarik konten Anda.

Screen Shot 01-13-16 at 05.03 PM

Solusinya:

Tidak masalah  jika Anda sudah memiliki sumber traffic lain, seperti website atau iklan. Anda bisa menjadikan sosial media hanya sebagai tempat berkomunikasi.

Namun jika tujuan Anda adalah mendapatkan traffic, maka Anda harus bersosialisasi baik keluar maupun ke dalam.

Bersosialisasi keluar artinya Anda harus  mencari tempat yang banyak orangnya, misalnya seperti grup facebook. Yang perlu Anda lakukan di sana adalah:

  • Buat postingan yang menarik
  • Menjawab pertanyaan-pertanyaan orang lain.
  • Membuka diskusi atau berdiskusi yang isinya bermanfaat.
  • Terakhir, undang mereka ke tempat Anda.

Lalu yang dimaksud bersosialisasi ke dalam adalah Anda harus berkomunikasi dengan orang-orang yang menulis komentar atau mention pada akun Anda.Perlihatkan pada mereka Anda manusia bukan robot.

5. Menggunakan jalan pintas untuk mendapatkan follow dan like

Di facebook dan twitter banyak yang menyediakan follower dan like dengan harga yang murah meriah. Dengan Rp. 50.000,- Anda akan mendapatkan ribuan follower di Twitter dan like di Facebook. Contohnya:

sosialmedia2

Ini sama sekali bukan penipuan. Namun anda harus tetap berhati-hati dalam memilih jasa sosial media.

Gampang bukan?

Tetapi ini adalah cara yang sangat salah, dan haram untuk dilakukan. Mengapa?

Karena Facebook memiliki algoritma yang dapat menghasilkan tingkat interaksi antara sebuah halaman dengan orang-orang yang menyukai halaman tersebut.

Jika like dan follow yang Anda miliki berasal dari membeli, maka orang-orang tersebut bukanlah orang yang tertarik dengan Anda, dan dengan demikian mereka tidak akan berinteraksi dengan Anda.

Jika interaksi page Anda rendah, maka algoritma tadi akan menganggap halaman Anda adalah spam. Setelah itum postingan Anda tidak akan pernah masuk ke beranda mereka, meski mereka sudah me-like halaman Anda.

Intinya membeli like dan follow sama artinya dengan bunuh diri.

Solusinya:

Tentu saja dengan tidak  membeli like dan follow.

Carilah dengan usaha Anda sendiri, yakni dengan membuat konten yang menarik minat mereka.

6. Memakai prinsip 4P, bukan 4E

Bingung dengan apa yang dimaksud dengan 4P dan 5E? Tenang, akan segera dijelaskan.

4P adalah marketing mix atau biasa disebut juga bauran pemasaran, yaitu sebuah metode yang digunakan untuk mengidentifikasi posisi bisnis yang ditinjau dati keempat poin ini: Product, Price, Promotion, dan Place.

Baca Juga:  Mengenal MIME dan Daftar 686

Dengan mengetahui posisi bisnis, maka Anda bisa merencanakan pemakaian strategi pemasaran yang tepat.

4P memang selalu diajarkan di tiap kelas marketing, karena 4P memang sangatlah penting bagi pemasaran. Namun 4P sama sekali tidak bisa diterapkan di sosial media.

Bayangkan jika setiap postingan Anda hanya berisi tentang keunggulan produk, harganya atau pemberian diskon, lokasi toko, dan mengajak mereka membeli.

Anda hanya akan membuat follower Anda bosan, dan mereka akhirnya akan meninggalkan Anda.

Solusinya:

Lakukan prinsip 4P di belakang layar. Untuk komunikasi lakukan 4E:

  • E1, Engage, yaitu mengajak follower berinteraksi.
  • E2, Educate, yaitu buatlah konten yang mendidik,       informantif, dan bermanfaat.
  • E3, Exite, yaitu buatlah konten yang membuat follower Anda menjadi antusias agar mereka kembali kepada Anda.
  • E4, Evangelize, yaitu membuat follower Anda merekomendasikan Anda/produk Anda kepada orang lain.

Lakukan keempat E tersebut, maka sosial media marketing Anda akan sukses.

7. Menganggap sosial media sebagai satu-satunya media pemasaran

Anda sudah berhasil memperbaiki kesalah 1 sampai 6 dan kini Anda memiliki jumlah follower ratusan ribu di Twitter, dan jumlah like mencapai 100k di Facebook. Selamat!

Tetapi bagaimana jika terjadi sesuatu dengan akun Anda? Misalnya saja Facebook memblokir akun Anda, atau Twitter Anda ditutup oleh pihak penyedia?

Atau jika suatu hari sosial media bukan lagi tempat efektif untuk memasrkan bisni Anda? Apa yang Anda lakukan jika hal-hal tersebut terjadi?

Dalam sekejap jerih payah Anda akan musnah. Dan Anda terpaksa mengulang semuanya dari nol. Inilah kelemahan terbesar dari social media marketing.

Solusinya:

Dalam pemasaran online, terdapat 4 jenis media:

  • Owned media, yaitu media yang kita miliki sepenuhnya. Misalnya blog, website, atau email list.
  • Paid media (media berbayar), yaitu berupa iklan berbayar.
  • Earned media, yaitu kustomer loyal yang merekomendasikan Anda/produk Anda kepada orang lain tanpa diminta.
  • Rented media atau social media, seperti Facebook, Twitter, instagram, dan sebagainya.

Sosial media berada dalam rented media, artinya kita hanya menumpang/menyewa tempat di sana. Orang-orang yang mengikuti Anda di sana sama sekali bukan milik Anda melainkan milik Mark Zuckerberg, sang pendiri Facebook.

Paid dan rented media hanyalah sarana penunjang untuk mengembangkan media yang milik Anda sendiri, yaitu earned dan owned media.

Manfaatkan sosial media untuk membangun nama dan kepercayaan terhadap Anda. Jangan menganggap sosial media sebagai “rumah” bisnis Anda.

Buatlah website sendiri untuk memasarkan produk Anda dan bawa konsumen Anda ke sana.

Dari semua penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa hal-hal berikut ini adalah apa yang harus Anda hindari:

  • Jangan mencari pembeli di sosial media.
  • Jangan gunakan FB Ads untuk mendapatkan pembeli.
  • Jangan membuat konten hanya di sosial media
  • Jangan membuka lapak/toko Anda di sosial media.

Dan lakukanlah hal-hal berikut:

  • Bangun nama dan brand di social media.
  • Gunakan FB Ads hanya untuk mendapatkan kontak follower Anda (email list atau nomor telepon).
  • Buat konten Anda di website, jadikan social media hanya sebagai tempat distribusinya.
  • Bawa orang yang ingin melakukan pembelian langsung ke website anda.

Intinya, kembangkan media pribadi yang Anda miliki. Manfaatkan rent dan paid media, tetapi jangan bergantung sepenuhnya pada kedua media tersebut.  Jadikan owned media Anda lebih besar dari rent dan paid media.

Tinggalkan Balasan