BERBAGI
[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Dengarkan Artikel ini.."]

Kebanyakan blogger, content marketer, atau pebisnis online lebih mengutamakan follower (pengikut) di media sosial dibanding mencoba membangun email List. Padahal anggapan ini sangat salah, sebab di antara keduanya justru email list memiliki keuntungan yang lebih besar, alasannya:

  • Email selalu menjadi hal pertama yang dimiliki oleh pengguna internet, karena alamat email selalu diminta saat si pengguna hendak membuat akun media sosial.
  • Biasanya pengguna email memakai email yang sama untuk jangka waktu yang lama.
  • Email tidak akan terfilter algoritma (facebook).
  • Tidak akan tertutupi oleh update terbaru dari pengguna lain (facebook dan twitter).
  • Berdasarkan analisa HelpScout, dikatakan email memberikan ROI (Return on Investment) yang berkali lipat dibanding iklan.
  • Email juga mampu memberikan tingkat konversi paling tinggi, dibandingkan jejaring sosial dan mesin pencari.

Email list atau email marketing bisa dijadikan solusi bagi Anda untuk menangkap pengunjung dari sosial media atau mesin pencari, agar mereka ingat dengan website Anda.

panduan-lengkap-email-list-building

Karena alasan-alasan di atas para online marketer profesional wajib mengembangkan email list.

Nah, mari kita mulai langkah-langkah untuk mulai membangun email list:

1. Daftarkan diri Anda di email marketer tools

Jika Anda belum mendaftar di email marketing tool, segera daftar!

FeedBurner atau JetPack sama sekali tidak cukup untuk membangun email list karena kedua tools tersebut tidak mengijinkan Anda untuk mengirim email secara manual tanpa RSS.

Berikut beberapa email marketing tools yang bisa Anda gunakan:

1) AWeber

Aweber adalah cara yang bagus untuk merangkul para pelanggan Anda. Anda akan mendapatkan akses ke lebih dari 150 template email. Dengan biaya $19 perbulan dan memberikan 500 pelanggan, serta email tanpa batas dan garansi uang kembali dalam 30 hari.

2) Litmus

Litmus adalah tools serbaguna, dimana Anda dapat menggunakannya untuk menguji dan melacak email. Anda akan diberikan layanan gratis pada tujuh hari pertama, lalu setelahnya akan dikenakan tarif $49 untuk versi dasar, $149 untuk versi plus, dan $399 untuk versi permium.

3) Reachmail

Menggunakan fitur Reach Mail’s Message Testing untuk melihat perbandingan dari lima email perorangan. Fitur ini juga memperhitungkan baris subjek yang berbeda atau konten dalam setiap email, sehingga Anda dapat mengoptimalkan subjek baris kata-kata atau menentukan bagaimana setiap email yang diberikan tampil berbeda satu dan lainnya. Tarifnya $10-70 per bulan.

4) GetResponse

Efektif untuk mempertahankan daftar kontak Anda dan menciptakan kampanye pemasaran kelas profesional. Bagian kontak memungkinkan Anda menambahkan kolom kustom untuk menghubungi daftar dan memungkinkan Anda untuk menyalin kontak serta melakukan pencarian. Untuk tarif bervariasi mulai dari $15 per bulan.

5) MailChimp

Dashbor pada MailChimp memiliki pengaturan layout yang jelas. Menciptakan segmen sederhana, menggunakan filter untuk membangun subset kontak dari penerima email list.

Mailchimp gratis bagi 2000 email pertama, dan untuk paket unlimetednya dikenai tarif mulai dari $10. MailChimp memang gratis untuk 2000 email pertama, tetapi aturannya sangat ketat. Jika  Anda ingin mempromosikan produk afiliasi melalui email, maka jangan gunakan yang satu ini.

Di sini akan diberikan contoh bagaimana cara mendaftar di salah satu email marketing tools, yaitu MailChimp.

Langkah 1  :  Masuk ke halaman http://mailchimp.com/ dan klik tombol Sign Up. Masukan data yang diminta, yaitu: Email, username, dan password.

mailchip

Langkah 2  :  Buka email yang Anda gunakan untuk mendaftar, Anda akan mendapat satu email baru dari MailChimp untuk melakukan konfirmasi. Klik link yang diberikan dalam email tersebut untuk melakukan konfirmasi.

Langkah 3  :  Klik “Lists” pada navigation bar yang ada di bagian atas, lalu klik “Create List”

mail5

mail2

Langkah 4   :  Anda akan diminta mengisi beberapa kolom isian, isilah data sesuai yang diminta, hingga bagian data kontak anda. Isi semua kolom kecuali bagian nomor telepon.

mail

Langkah 5   :  List Anda telah selesai dibuat.

Langkah 6   : Jika Anda memiliki email list dari tools lain, seperti FeedBurner atau WordPress JetPack, anda dapat meng-import email tersebut ke dalam list ini.

Setelah selesai mendaftar, maka selanjutnya membuat campaign agar dapat mengirimkan email.

Jika Anda telah memiliki email list, Anda bisa segera melakukan pengiriman email kepada mereka. Caranya adalah dengan membuat campaign baru.

mail3Ada empat tipe campaign yang disediakan:

  1. Regular: campaign ini hanya mengirimkan email standar ke subscriber
  2. Plain-Text: Hampir sama seperti Reguler, hanya saja campaign ini tidak menggunakan hiasan dan tracking.
  3. A/B Split: campaign ini membuat dua versi emaildengan judul berbeda guna melakukan pengujian judul mana yang lebih baik.
  4. RSS-Driven: email dikirimkan secara otomatis setiap kali terdapat konten baru pada RSS website Anda.

Pilih salah satu dari keempat campaign tersebut, kemudian pilih list yang ingin anda kirimkan email. Kemudian klik “Next”.

Di bagian Campaign Info, masukkan sesuai apa yang diminta. Kemudian klik “Next”.

mail4

Kemudian Anda akan diminta memilih template layout, pilihlah sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tahap berikutnya adalah menulis isi email.

mail6Icon pensil digunakan untuk mengedit isi email dan icon tong sampah digunakan untuk menghapus bagian yang tidak diperlukan.

Jika telah selesai menulis email, klik “Next” untuk melakukan pemeriksaan kembali. Jika sudah dirasa tepat kirimkan email..

2. Membangun email list

Sekarang Anda sudah memiliki akun di email marketing tools, langkah berikutnya adalah membangun daftar email. Caranya dengan menyediakan formulir pendaftaran di website Anda.

Di bawah ini akan diberikan panduan memasang opt-in form untuk Anda pengguna WordPress dengan memanfaatkan plugin yang tersedia.

Penempatan form menentukan hasil yang Anda dapatkan. Oleh karena itu penting untuk mengetahui lokasi-lokasi penempatannya. Memasang lebih dari satu opt-in form sangat disarankan.

Tetapi patut diingat, penempatan opt-in form jangan sampai mengganggu kenyamanan pengunjung website Anda.

Berikut akan dibahas peletakan opt-in form:

a) Peletakan opt-in form di sidebar

Peletakan ini yang paling sering digunakan. Namun ternyata banyak di antara blogger melakukan kesalahan, sebab mereka menggunakan “Berlangganan Newsletter”.

Kalimat standar itu justru akan diabaikan oleh pengunjung. Opt-in form yang diletakkan pada sidebar harus diolah secara berbeda, dan memberitahu pada pengunjung manfaat mendaftar.

Plugin WordPress gratis yang dapat digunakan pada opt-in sidebar adalah MailChimp for WordPressGenesis eNews Extended. Untuk yang berbayar silakan gunakan OptinMonster atau Thrive Leads

b) Peletakan Opt-in form di bagian bawah header (Feature box)

Feature box merupakan opt-in form yang muncul di antara header dan konten utama. Posisi ini akan menarik perhatian pengunjung sebab akan langsung terlihat ketika membuka website anda.

Opt-in form yang diletakkan pada homepage jika digabungkan dengan headline kuat akan memberikan conversion rate yang lebih tinggi daripada  Opt-in form sidebar. Plugin WordPress yang dapat digunakan adalah Plugmatter Optin Feature Box.

c) Sebagai PopUp

Popup merupakan layar atau jendela kecil yang muncul di halaman website. Anda dapat memunculkan layar popup yang berisi opt-in form di website Anda.

Meskipun banyak pengguna yang menganggap popup ini mengganggu, tetapi jika dilakukan dengan cara yang tepat popup akan sangat menguntungkan sebab memiliki tingkat konversi tinggi.

Popup yang baik sebaiknya muncul setelah beberapa detik dan tidak muncul lagi jika pengunjung memilih untuk tidak mendaftar. Kesalahan utama yang umumnya dilakukan adalah berulang kali memunculkan popup walaupun telah ditutup oleh pengunjung.

Plugin WordPress gratis untuk popup adalah SumoMe List Builder, dan  MailMunch, sedang untuk yang berbayar, Thrive Leads, OptinMonster, dan Ninja Popups.

d) Sebagai Exit Intent PopUp

Exit intent popup adalah jenis popup yang akan muncul saat mouse diarahkan ke atas browser. Tipe ini lebih tidak mengganggu pengunjung sebab hanya muncul saat pembaca sudah selesai, tetapi popup ini tetap mampu memberi tingkat konversi yang tinggi. Yang patut diingat adalah jika Anda sudah memakai popup biasa, jangan gunakan exit intent. Semua plugin yang direkomendasikan pada popup standar memiliki fitur exit intent.

e) Pada bagian tengah artikel

Opt-in form juga bisa diletakkan di bagian tengah artikel agar terkesan menyatu dengan konten. Opt-in form ini sebaiknya jangan diletakkan di semua artikel tetapi di artikel-artikel terbaik pada website anda. Plugin WordPress yang dapat Anda gunakan yaitu: Optin Forms, MailChimp for WordPress, dan MailMunch. Ketiganya gratis, sedang yang berbayar Anda dapat menggunakan OptinMonster dan Thrive Leads.

f) Pada bagian akhir artikel

Jika pengunjung membaca artikel Anda dari awal hingga akhir, itu berarti mereka tertarik dengan konten yang Anda tuliskan. Kemungkinan mereka untuk mendaftar pun lebih tinggi. Sehingga Opt-in form di bagian akhir artikel akan sangat berguna. Plugin WordPress yang dapat Anda gunakan, yaitu: Optin Forms, MailMunchOptinMonster, dan Thrive Leads,

g) Pada kolom komentar

Jika pengunjung ingin berkomentar, berarti dia memiliki niat untuk berdiskusi dan mengenal lebih dekat dengan pemilik blog. Kolom komentar sangat efektif untuk meletakkan Opt-in form karena untuk berkomentar biasanya pembaca sudah memasukkan email mereka, jadi kita tinggal menyediakan checkbox. MailChimp for WordPress merupakan plugin gratis yang dapat Anda gunakan.

h) Panel horizontal di bagian paling atas

Sisi teratas website tentunya merupakan sisi yang paling pertama dilihat orang. Pasang panel horizontal pada bagian paling atas website Anda yang akan ikut turun atau naik pada saat pengunjung menscroll halaman.

Plugin WordPress gratis yang bisa Anda gunakan adalah  HelloBar, dan SumoMe SmartBar.

i) Opt-in form yang muncul setelah scroll halaman

Opt-in form ini akan  muncul setelah pembaca melakukan scroll halaman hingga pada titik tertentu.

Jenis ini memiliki tingkat konversinya jauh lebih tinggi dari side bar biasa dan tidak akan mengganggu kenyamanan pengunjung. Plugin WordPress yang bisa digunakan antara lain: OptinMonster, SumoMe Scroll Box, Thrive Leads, dan Ninja Popups,

j) Sebagai kontes berhadiah

Dengan mengadakan kontes berhadiah Anda bisa mendapatkan banyak email sekaligus. Untuk melakukan ini Anda bisa memanfaatkan plugin KingSumo Giveaway.

3. Meningkatkan konversi tingkat pendaftaran

Berikut beberapa tips untuk Anda, agar Anda dapat meningkatkan tingkat konversi pendaftaran:

  1. Berikan judul yang menarik untuk Opt-in form Anda.
  2. Berikan bonus bagi pendaftar Anda. Misalnya berikan
  3. Berikan konten tambahan atau content Cara ini mirip dengan cara 2, tetapi yang diberikan spesifik hanya satu konten. Cara ini memerlukan usaha lebih, namun teknik ini mampu memberi Anda tingkat konversi yang lebih baik.
  4. Lakukan split test atau A/B test, yaitu dengan menguji dua hal yang berbeda dengan kondisi yang sama untuk dapat memilih performa terbaik di antara keduanya. Beberapa hal yang bisa Anda coba dalam pengujian ini adalah judul, gambar, teks, lokasi, bonus, dll. Bagi Anda yang menggunakan traffic berbayar sebaiknya melakukan A/B test ini.

Semoga artikel ini dapat membantu Anda.

LEAVE A REPLY

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.