BERBAGI

Qontak.com menjelajahi ribuan titik web digital bagi menemukan data profesional dan perusahaan. Platform ini dengan ketat cuma memungkinkan komunitas bisnis dengan email bisnis melalui Google Apps for Business, Microsoft Exchange serta Microsoft Outlook

“Data kalian cuma mencakup kontak professional atau bisnis secara detail dan 100% sudah diverifikasi, namun melindungi privasi pribadi,” ujar CEO of Qontak.com Brendan Rakphongphairoj.Kata dia, Qontak.com menyajikan hal berbeda buat sales dan marketer, di mana mereka secara instan mampu terhubung dengan orang-orang dan juga dari case studies oleh Qontak, bahwa menghubungi e-mail professional atau kantor memiliki nilai konversi diatas 70 persen buat level eksekutif.”Di dunia yg ramai ini bagaimana setiap marketer dapat buat mengiklankan produknya, mentargetkan kampanye atau peluncuran produk yg memiliki spesifik target audience? Bagaimana cara mencari para professional dan perusahaan yg berpotensi memberikan keuntungan dari bisnis kita? Atau mudahnya, bagaimana kalian memperluas jaringan professional secara instan tanpa harus menekan add bagi mampu berkoneksi. Semua itu didapatkan secara gratis cuma di Qontak.com,” terangnya.”Qontak (Qontak) menciptakan resolusi buat tim Sales dan Marketing di Asia Tenggara. Dengan memfasilitasi tim sales dan marketing bagi mengakselerasi peningkatan dengan menyediakan kontak B2B dan database perusahaan paling akurat di ASEAN yg mampu dispesifikasikan dengan lebih dari 20 kategori.””Menjadi alat bagi digital marketing. Di mana setiap marketer tak lagi harus menghabiskan waktu mereka berjam-jam buat mencari kontak seseorang, atau menghabiskan waktu berjam-jam bagi menulis email. Setiap professional bisa mengakses data dan fitur yg dimiliki oleh kontak secara gratis meski Qontak juga memiliki akses premium dengan itu Qontak yaitu platform yg bebrbasi Freemium,” tambahnya.Lanjut dia, permasalahan yg dihadapi oleh sales dan marketing professional tak cuma buat terhubung dengan orang yg tepat, tapi juga menjual tanpa menggangu privasi seseorang. “Jantung dari permasalahan yg dihadapi mereka yakni beroperasi di lingkungan bisnis atau lingkungan professional namun data buat lingkungan tersebut tak transparan, hasilnya, sales & marketer berarkhir dengan menghubungi dan mengusik telepon pribadi seseorang dan memaksa pembelian di awal. Beberapa perusahaan bergerak dibidang telekomunikasi malah menjual nomer dan data pribadi pelanggannya,” pungkasnya.
Sumber: http://www.merdeka.com

Baca Juga:  Enam Tantangan Perusahaan Transisi Ke Arah Digital

Tinggalkan Balasan